Saturday, October 23, 2010

SISTEM RESPIRASI MANUSIA

Sistem respirasi manusia terdiri atas serangkaian saluran respirasi yang berakhir dengan sepasang paru-paru didalam rongga dada. Alat-alat respirasi manusia adalah rongga hidung, faring, laring, trakea, bronkus dan bronkiolus, dan paru-paru.


  1. Rongga Hidung
    Rongga hidung merupakan saluran respirasi pertama yang dilalui oleh udara. Pada rongga hidung terdapat rambut-rambut dan mukus. Rambut-rambut hidung berfungsi untuk menangkap dan menyaring partikel diudara yang masuk ketika bernafas. Mukus semacam lender yang disekresikan oleh sel-sel goblet, berfungsi untuk menangkap partikel yang lolos melewati rambut rongga hidung, membasahi (melembabkan) udara yang masuk ketika bernafas., dan menghangatkan udara sehingga sesuai dengan panas tubuh kita. Selain itu, didalam rongga hidung terdapat indra pembau yang memungkinkan kita untuk mendeteksi dan mengenal bau yang dihantarkan di udara. Dari sini udara masuk ke faring.

     
  2. Faring
    Faring (tekak) merupakan daerah persilangan saluran makanan (esophagus) dan saluran respirasi (trakea). Pada faring terdapat tiga daerah bagian, yaitu nasofaring (daerah faring yang membuka ke arah rongga hidung, di atas langit-langit lunak), orofaring (daerah faring yang membuka ke arah rongga mulut), dan laringofaring (daerah faring yang memuka kea rah laring). Selanjutnya, udara dari faring diteruskan ke laring.

     
  3. Laring
    Laring merupakan daerah pangkal tenggorokan, disusun oleh kepingan tulang rawan dan berfungsi untuk menyalurkan udara dari faring ke trakea. Pada bagian atas laring terdapat suatu bukan (celah) yang disebut glotis. Pada saat makanan lewat, glotis menutup oleh suatu jaringan penutup yang disebut epiglotis. Epiglotis berfungsi untuk mencegah makanan masuk ke saluran respirasi. Laring disebut juga kotak suara karena laring memiliki pita suara. Pita suara dibentuk oleh ligamen elastis yang dapat bergetar saat udara melewatinya sehingga menghasilkan suara.

     
  4. Trakea
    Trakea (batang tenggorokan) merupakan sebuah tabung respirasi yang disusun oleh tulang rawan berbentuk huruf C. Tulang rawan pada trakea berfungsi untuk mencegah terjadinya pengempisan yang dapat mengganggu masuknya udara dan menjaga kekuatan trakea selama menarik nafas. Dinding dalam trakea merupakan otot polos semu yang dilapisi oleh jaringan epitel kolumar bersilia. Mukus yang dihasilkan oleh sel goblet di dalam epithelium dinding trakea serta gerakan silia dapat menahan dan membuang materi yang tidak diinginkan melalui refleks, bersin atau batuk. Dalam hal ini, silia dan mukus berfungsi sebagai pembersih. Selanjutnya udara di teruskan ke paru-paru melalui cabang-cabangnya.

     
  5. Bronkus dan Bronkhiolus
    Bronkus merupakan cabang trakea yang mengarah ke paru-paru kanan dan kiri. Bronkus kanan bercabang ke dalam tiga lobus (gelambir) paru-paru, sedangkan bronkus kiri bercabang ke dalam 2 gelambir. Setiap bronkus terdiri atas lempengan tulang rawan. Udara di dalam masing-masing bronkus masuk ke beberapa cabang saluran yang lebih kecil lagi yang disebut bronkiolus. Pada bronkiolus ini tidak terdapat cincin tulang rawan. Masing-masing bronkiolus berakhir pada sekelompok kantong udara yang disebut alveoli.

     
  6. Paru-Paru
    Paru-paru merupakan alat respirasi utama pada manusia. Paru-paru berjumlah sepasang terletak di dalam rongga dada. Tiap paru-paru memiliki rongga pleura, yaitu suatu ruangan yang dibatasi oleh dua selaput jaringan ikat pleura yang transparan. Membran sebelah dalam melapisi paru-paru dan disebut membran pleura, sedangkan membran luar berhubungan dengan dinding toraks diafragma. Pada rongga pleura terdapat semacam cairan lubrikasi yang disekresikan oleh membran yang berfungsi untuk mengurangi gesekan paru-paru dengan membran rusuk dan memudahkan paru-paru untuk mengembang dan mengempis selama berlangsungnya pernafasan.
    Paru-paru sebelah kanan memiliki 3 lobus dan paru-paru kiri memiliki 2 lobus. Masing-masing lobus terbagi atas lobulus, disetiap lobulus memiliki bronkiolus dan banyak alveolus. Alveolus merupakan akhir dari saluran respirasi dan berbentuk gelembung-gelembung halus. Disinilah terjadi pertukaran gas antara oksigen dan karbondioksida. Pada permukaan alveolus diselubungi oleh jaringan kapiler darah. Di sini terjadi pertukaran gas oksigen yang terjadi dalam alveolus dengan karbon dioksida di dalam jaringan darah. Oksigen berdifusi melintasi dinding alveolus masuk ke aliran darah, sedangkan karbondioksida berdifusi dari darah melintasi dinding alveolus masuk kedalam ujung saluran respirasi tersebut. Kemudian, darah yang kaya oksigen mengalir dengan cepat dari alveolus ke jantung, kemudian dipompa ke jaringan tubuh.

Mekanisme Pernapasan
  1. Inspirasi

    Inspirasi adalah proses pengambilan udara dari atsmosfer sehingga udara masuk ke dalam paru-paru. Pada saat inspirasi diafragma dan otot antartulang rusuk mengerut, menarik tulang-tulang rusuk ke atas sehingga sangkar rusuk mengembang. Sewaktu sangkar rusuk mengembang, diafragma mengerut ke bawah. Akibarnya, rongga dada mengembang. Peningkatan volume rongga dada menyebabkan tekanan udara di paru-paru mengembang dan mengisap udara.


     
  2. Ekspirasi

    Ekspirasi adalah proses pengeluaran udara dari paru-paru. Pada saat ekspirasi, otot antartulang rusuk yang sebelumnya mengerut menjadi kendur (relaksasi) sehingga tulang-tulang rusuk sedikit turun. Pada saat yang bersamaan, diafragma mengendur (relaksasi) keukuran semula dan ditekan keatas oleh organ perut. Pergerakan tulang-tulang rusuk dan diafragma tersebut menyebabkan penyempitan rongga dada. Penyempitan rongga dada menyebabkan pengurangan volume rongga dada dan peningkatan tekanan udara di paru-paru. Akibatnya udara terdorong keluar paru-paru


     
Pernapasan Dada dan Pernapasan Perut
  1. Pernapasan Dada

    Pernapasan dada terjadi karena aktivitas otot antar tulang rusuk. Jika otot antartulang rusuk eksternal berkontraksi, maka tulang-tulang rusuk terangkat. Akibatnya, volume rongga dada mengembang dan tekanan udara di dalam rongga dada lebih kecil dari pada di luar sehingga udara masuk ke paru-paru (inspirasi). Jika otot antartulang rusuk berkontraksi, tulang rusuk akan tertekan, akibatnya, volume rongga dada dan tekanan udara di dalam rongga dada membesar sehingga udara terdorong keluar (ekspirasi).


     
  2. Pernapasan Perut

    Pernafasan perut terjadi karena aktivitas otot diafragma. Jika otot diafragma berkontraksi, diafragma akan mendatar. Akibatnya, volume rongga dada mengembang dan tekanan di dalam rongga dada lebih kecil daripada diluar sehingga terjadi inspirasi. Jika dinding rongga perut berkontraksi, maka alat-alat dalam rongga tubuh terdorong keatas dan diafragma akan naik. Hal tersebut menyebabkan volume rongga dada menyempit dan tekanan udara di dalam rongga dada menjadi besar sehingga udara terdorong keluar (ekspirasi).

No comments:

Post a Comment